Seluruh Pendaki Gunung Rinjani Telah Dievakuasi

Kemlu berkoordinasi dengan kedutaan dan perwakilan negara asing mengenai kondisi turis mancanegara yang dievakuasi dari Gunung Rinjani.
Putra Andespu
2018.07.31
Jakarta
Share on WhatsApp
Share on WhatsApp
189731_ID_Rinjani_1000.jpg Sejumlah pendaki Gunung Rinjani mendaftarkan keberadaan mereka setelah turun dan tiba di sebuah pos di Sembalun, Lombok, NTB, 30 Juli 2018.
AFP

Seluruh pendaki yang sempat terjebak di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), akibat gempa 6,4 Skala Richter (SR), Minggu, 29 Juli 2018 telah berhasil dievakusi.

“1.226 pengunjung berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Semua telah keluar dari TNGR,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers yang diterima BeritaBenar, Selasa malam.

Disebutkan bahwa proses evakuasi dilakukan tiga hari dengan menggunakan jalur darat. Dia merincikan sebanyak 669 orang, terdiri dari 507 warga negara asing (WNA) dan 162 turis domestik (WNI), dievakuasi pada Minggu.

Kemudian Senin, sebanyak 543 pengunjung yaitu 189 WNA dan 354 WNI dievakuasi tim gabungan dari Basarnas, Balai TNGR, TNI, Polri, Dalmas, Mapala, tenaga medis, SAR unit dan relawan.

“Selanjutnya Selasa dievakuasi 14 orang WNI dan satu jenazah pendaki asal Makassar yang diduga meninggal dunia akibat tertimpa material longsoran bebatuan saat gempa terjadi,” kata Sutopo.

Jenazah Muhammad Ainul Muksin dievakuasi dengan helikopter dan mendarat di Lapangan Camat Sembalun, Selasa siang, untuk selanjutnya diterbangkan ke kampung halaman.

Dalam jumpa pers Selasa siang di kantornya, Sutopo menjelaskan sebanyak 244 anggota tim evakuasi gabungan dilibatkan dalam operasi penyelamatan semua pengunjung dari kawasan TNGR.

“Kawasan TNGR telah kosong dari pengunjung. Artinya tidak ada pengunjung yang berada di kawasan TNGR. Semua pengunjung telah dievakuasi dengan selamat,” katanya.

“Hingga kini TNGR masih dinyatakan ditutup untuk pendakian dan wisata. PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) dan BTNGR melakukan pemantauan di lapangan terkait ancaman longsor di jalur pendakian Sembalun dan Senaru.”

“Belum ada peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Rinjani akibat gempa Lombok,” kata kepala PVMBG, Kasbani

Warga asing

Seorang pendaki asal Malaysia, Siri Nur Lesmawida, juga tewas tertimpa reruntuhan bangunan rumah warga tempat dia menginap setelah turun dari Gunung Rinjani. Jenazahnya sudah diterbangkan ke Malaysia.

“Saya telah sampaikan duka cita kepada Menlu Malaysia," kata Menteri Luar Neger (Menlu) Retno Marsudi melalui akun resmi Twitter-nya.

Terkait banyaknya turis mancanegara yang berada di NTB saat gempa, Kemlu terus berkoordinasi dengan kedutaan dan perwakilan negara sahabat mengenai kondisi mereka.

Menurut data BNPB, WNA berasal dari 26 negara. Paling banyak dari Thailand yakni 337 orang, disusul Perancis 66 orang, Belanda 36 orang, Spanyol 29 orang, Swiss 24 orang, Malaysia 18 orang, China 16 orang dan Kanada 15 orang.

Kemudian Inggris 13 orang, Jerman 13 orang, India 8 orang, Autria 8 orang, Amerika Serikat 7 orang, Denmark 6 orang, Singapura 5 orang, selebihnya dari Korea, Italia, Swedia, Polandia, Australia, Jepang, Kroasia, Myanmar, Bahrain dan Pakistan.

Gempa 6,4 SR yang melanda NTB terasa hingga Sumbawa dan Bali. Gempa di kedalaman 24 kilometer itu terjadi akibat aktivitas sesar (patahan) naik Flores dan dipicu deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Selasa pukul 10.00 WIB, sudah 346 kali gempa susulan terjadi dalam kedalaman dangkal antara 5 hingga 10 kilometer.

BNPB merilis korban jiwa hingga hari ketiga pascagempa sudah mencapai 17 orang dan 401 lainnya luka-luka.

Jumlah warga yang mengungsi 10.062 jiwa tersebar di 13 titik dalam Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara.

Gempa juga merusak 5.448 rumah, 15 fasilitas pendidikan, lima sarana kesehatan, 55 tempat ibadah dan 37 unit kios.

Instruksi Jokowi

Presiden Joko “Jokowi” Widodo sudah mengintruksikan agar aparat “pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten bisa bergerak bersama-sama membantu penanganan gempa.”

Jokowi langsung terbang ke Lombok beberapa jam setelah gempa dan memimpin rapat terbatas penanganannya.

Lalu dia mengunjungi korban gempa dengan didampingi Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang.

Kepada para korban gempa, Jokowi menjanjikan bantuan Rp50 juta per keluarga untuk merenovasi rumah yang rusak.

Dia juga memerintahkan jajarannya bergerak cepat membangun kembali sarana dan prasarana yang terdampak gempa.

Sikap cepat tanggap Jokowi menuai pujian anggota DPR yang pro pemerintahannya.

"Saya apresiasi presiden selalu cepat tanggap dan memiliki rasa empati yang luar biasa,” kata politikus Partai Golkar, Meutya Hafid.

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.