Dua Kapal AL Cina Tiba di Bali Bantu Angkat KRI Nanggala-402

Kapal SKK Migas juga dipersiapkan untuk upaya tersebut.
Ronna Nirmala
Jakarta
2021-05-03
Share
Dua Kapal AL Cina Tiba di Bali Bantu Angkat KRI Nanggala-402 Anggota keluarga awak kapal selam KRI Nanggala-402 menaburkan bunga ke laut dalam upacara mengenang ke-53 prajurit yang gugur bersama tenggelamnya kapal tersebut di atas KRI Dr. Soeharso di Laut Bali, 30 April 2021.
AFP

Dua dari tiga unit kapal Angkatan Laut Cina tiba di perairan Bali untuk membantu proses pengangkatan bangkai kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam dan menewaskan 53 kru dua pekan silam, demikian dinas penerangan TNI AL pada Senin. 

“Dua kapal yakni PRC Navy Ship Ocean Tug Nantuo-195 dan PRC Navy Ocean Salvage & Rescue Yong Xing Dao-863 telah tiba di Indonesia, khususnya di perairan Bali pada Minggu kemarin,” Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Julius Widjojono kepada BenarNews. 

“Sementara satu kapal lainnya, Scientific Salvage Tan Suo 2 sedang dalam perjalanan menuju Indonesia,” sambungnya. 

Julius mengatakan Yong Xing Dao-863 memiliki panjang 156 meter, lebar 21 meter dengan dilengkapi peralatan robot, sonar, side scan dan boat rescue. Adapun Nantuo-195 memiliki  panjang 119 meter, lebar 16 meter dan tinggi 6,5 meter. 

Kapal-kapal ini disebut memiliki kemampuan evakuasi hingga kedalaman 4.500 meter dan mengangkat beban hingga 2.000 ton. Sementara Tan Suo 2 memiliki panjang 87,2 meter, lebar 18 meter dan tinggi 7 meter. 

Kabid Penerangan Internasional Puspen TNI Kolonel Laut Djawara Whimbo mengatakan kedua kapal yang tiba lebih dulu akan langsung melakukan operasi pengangkatan badan kapal dengan bobot terbesar. 

“Rencana yang diangkat adalah badan terbesar. Semoga peralatannya cukup memadai untuk melaksanakan recovery secara langsung,” katanya. 

KRI Nanggala-402 ditemukan di dasar laut dengan kedalaman lebih dari 800 meter dalam kondisi terbelah tiga, sebut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada 25 April. KRI Nanggala-402 memiliki bobot hingga 1.395 ton dan panjang 59,5 meter.

Asisten Perencanaan KSAL Laksamana Muda Muhammad Ali minggu lalu mengatakan saat ini beragam metode pengangkatan tengah dikaji mengingat lokasi karamnya kapal selam yang cukup sulit dicapai, selain sulitnya medan.

Dasar Laut Bali dicirikan oleh lereng yang curam dengan kedalaman maksimum 1.590 m.

Whimbo belum memiliki perincian perihal bagian terbesar beserta bobot dari badan kapal tersebut. 

Meski begitu, pihaknya mengingatkan bahwa berat kapal utuh akan tetap dihitung dengan menambah debit air, sehingga tetap berpotensi menimbulkan hambatan saat proses mengangkat ke permukaan. 

Kedatangan tiga kapal ini berawal dari tawaran Duta Besar Cina untuk Indonesia Xiao Qian kepada Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto terkait bantuan kemanusiaan dari pihak Cina dalam penanganan KRI Nanggala-402. 

“Tawaran bantuan kemanusiaan ini disambut dengan senang hati Pemerintah Indonesia,” tulis TNI AL. 

Selasa pekan lalu, Presiden Cina Xi Jinping mengirimkan ungkapan belasungkawa kepada Presiden Joko “Jokowi” Widodo atas tenggelamnya KRI Nanggala-402 setelah hilang kontak saat persiapan melakukan latihan penembakan torpedo di perairan utara Bali. 

Xi mengatakan bahwa dirinya terkejut mengetahui kapal TNI AL tenggelam dan menyebabkan banyak anggota awak di dalamnya tewas. 

“Atas nama pemerintah dan rakyat Cina, serta atas nama saya sendiri, saya ingin menyampaikan belasungkawa yang dalam kepada para korban, dan menyampaikan simpati yang tulus kepada keluarga yang berduka dan terluka,” kata Xi, dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri Cina. 

Kapal SKK Migas

Selain bantuan dari Pemerintah Cina, TNI AL juga berencana mengangkat badan KRI Nanggala-402 dengan menggunakan Kapal Timas 1201 yang dioperasikan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). 

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan koordinasi dan persiapan teknis pengangkatan yang meliputi data kondisi lapangan seperti berat kapal, kekuatan arus bawah laut, kedalaman bawah laut, dan hal teknis terkait lainnya. 

“Kami tentunya siap memberikan dukungan bantuan yang diperlukan,” kata Dwi dalam wawancara dengan MetroTVNews. 

Kapal Timas 1201 memiliki panjang 162,3 meter dan tinggi 16,1 meter, serta memiliki crane yang mampu mengangkat beban hingga 1.200 ton.

Kepala Staf AL Laksamana TNI Yudo Margono pada Minggu, mengatakan kapal SKK Migas kemungkinan akan dioperasikan untuk mengangkat bagian badan dari KRI Nanggala-402 yang terbelah. 

“Secara bertahap akan lakukan evakuasi pengangkutan,” kata Yudo dalam KompasTV, seraya melanjutkan, “kemarin sudah terbagi menjadi tiga bagian, kemungkinan bisa. Tapi mekanismenya bagaimana, ini yang masih kita koordinasikan.”

Sementara itu, Kabidpeninter Whimbo mengatakan pihaknya belum mengetahui kapan kapal dari SKK Migas akan tiba di lokasi untuk melakukan pencarian. 

“Tapi bila berada di lokasi secara bersamaan, tidak menutup kemungkinan akan bekerja sama,” kata Whimbo, merujuk kerja sama tiga kapal Cina dengan SKK Migas. 

TNI AL belum mengetahui sampai kapan tiga kapal AL Cina akan berada di Bali, “tergantung situasi di lapangan, karena kesulitannya cukup tinggi. Mudah-mudahan tidak lama,” kata Whimbo. 

KRI Nanggala-402 dibuat oleh perusahaan Jerman, Howaldtswerke-Deutsche Werft pada tahun 1977 dan mulai digunakan oleh TNI AL pada 1981. Pada periode 2009 ke 2012, KRI Nanggala menjalani pemeliharaan menyeluruh di Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering di Korea Selatan.

TNI mengatakan bahwa kapal selam tersebut dalam keadaan layak digunakan dalam pelatihan militer yang rencananya akan diadakan pada 22 April, namun kehilangan kontak sehari sebelumnya.

Dengan tenggelamnya KRI Nanggala-402, Indonesia kini hanya mempunyai empat kapal selam yang dioperasikan oleh TNI AL.

Asis
Asis says:
2021-05-04 10:43

Saya tetap berharap ada keajaiban, semoga semua crew Nanggala 402, bisa bertahan hidup ssmpai dirvakuasi nanti, Amiin.

Komentar

Silakan memberikan komentar Anda dalam bentuk teks. Komentar akan mendapat persetujuan Moderator dan mungkin akan diedit disesuaikan dengan Ketentuan Penggunaan. BeritaBenar. Komentar tidak akan terlihat langsung pada waktu yang sama. BeritaBenar tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar Anda. Dalam menulis komentar harap menghargai pandangan orang lain dan berdasarkan pada fakta.

Tampilan selengkapnya